Satu bulan lebih kita tidak bertemu, sedang apa kah kamu disana kesatriku? Apa postur badanmu sudah lebih berisi? Apa kamu bahagia bersama wanitamu? Apa kamu merindukan aku? Rasanya ingin sekali tahu apa saja yang kamu lakukan disana, aku tidak lagi mengirim pesan untukmu sekedar email juga tidak lagi ku kirimkan. Karena aku tidak mau membuat luka ini bertambah basah, ingin segera mengering lalu biarkan bekasnya perlahan menghilang.
Kamu satu-satunya pria yang selalu senang mendengarku berkata"karena", setiap kali kamu memintaku berulang-ulang menyebutkan kata itu, setiap kali aku tanya padamu.
"Kenapa sih kok kamu seneng dengar aku bilang"karena"?
"Senang aja, kamu selalu beda dengan yang lain kalau bilang itu. Mengdengarnya enak saja" itu ujarmu, yang selalu membuatku tersipu malu.
Wajah penuh keluguan begitu melekat diparasmu, postur tubuh yang lumayan gagah dan juga warna kulit yang pas untuk seorang laki-laki menempel dikamu. Kesatriku, kemarin aku terlambat mengucapkan selamat bertambahnya umur untukmu. Karena aku bukanlah wanitamu, aku hanya hiburan semata tak perlu lah jadi yang pertama untuk mengucapkan. Kenyataan bahwa kamu begitu menyanyangi aku tak bisa kamu pungkiri, namun kamu tidak mungkin pula meninggalkan wanitamu. Dan aku tidak mau menjadikan diriku seorang yang merebut kamu darinya, biar saja aku dan kamu sama-sama mengukir cerita dihati masing-masing tanpa seseorang pun yang tahu.
Cerita kamu dan aku bak sebuah misteri, sebagian orang tahu tapi kebanyakan dari mereka juga tidak tahu sebenarnya seperti apa. Hanya kamu aku dan tuhan saja yang sesungguhnya tahu, aku tidak perlu kamu memperkenalkan aku sebagai pacarmu. Aku tidak perlu kamu memanggilku dengan sebuatan"sayang","beby" dll, bagiku mendengar suara lembutmu itu sudah cukup menyapa hatiku yang kosong. Desiran suara obak yang begitu bergemuruh berbanding terbalik dengan suaramu yang begitu lembut bak pasir dipinggiran bibir pantai. Meski cerita antara aku dan kamu sebuah misteri yang tidak tahu kapan mulainya dan kapan diakhirinya, setidaknya kamu memberiku bahan untuk menulis karena kamu berkesan dihatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar