Sabtu, 11 April 2015

Kalut rasanya

Entah mengapa aku seperti orang kalut, ingin menangis tapi entah apa yang harus ditangisi? Ingin tersenyum tapi engga bisa, ingin pejamkan mata untuk istirahat juga engga bisa, seperti aneh rasanya.
Semuanya campur aduk, perasaan aneh ini kembali hadir setiap kali membaca bbm mu yang sangat datar. Aku kan bukan wanitamu lagi jadi wajar saja kalau kamu sangat datar dan singkat menjawab bbm dariku, kenapa aku harus kalut? Entahlah aku sendiri saja bingung. Sungguh perasaan ini membuatku sakit kepala, engga tahu harus bagaimana.

Kenapa sih kamu masih saja membuatku seperti ini setelah hampir satu tahun engga berjumpa dan mengakhiri semuanya? Kenapa sih rasa yang bak es campur ini masih saja melekat di aku? Masam, manis dingin rasanya terlalu banyak hingga aku kalut. Ingin menulis saja engga tahu ingin menulis apa, ingin cerita tak ada lagi orang yang ingin mendengar ceritaku tentangmu. Mereka saja sudah jengah bahkan muak. katanya masa kamu lagi kamu lagi selalu cuma kamu. Tapi aku engga jenuh, aku masih milik kamu meski kini kamu bukan milikku lagi. Dan aku masih senang bercerita tentangmu juga menulis semua tentangmu, karena kamu inspirasiku.

Kalut sangat kalut, menemui persimpangan yang membuatku harus memilih. Tetap bersabar menunggumu atau aku berlari dengan pria lain dan mengubur cerita tentangmu bersama cintaku untukmu. Terasa sekali perasaan canggung dan tidak enak, terkesan aku banyak merepotkanmu. Membaca bbmu saja sudah membuatku kalut, bagaimana dengan kalau aku bertemu dengamu lalu kamu berbicara mengenai itu? pasti saat itu juga bagiku bumi bagai berhenti berputar, entah apa yang akan terucap dari mulutku ini. Mungkin hanya diam seribu bahasa karena sungguh aku terlalu kalut dibuatmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar