Minggu, 29 Maret 2015

Mah , maaf





Mamah , engkau adalah wanita terhebat dalam hidupku
Engkau adalah alasan hidup , guru dan juga pahlawanku
Mamah tangis air mata selalu mengiringi saat aku
Mendengar nasehat mu , mamah seribu kata maaf
Aku Tak akan mampu menghapus luka yang telah
Ku ukir diwajah letihmu , mamah matamu selalu berkaca kaca
Saat tau anak mu ini sedang sakit , mamah baktiku padamu
Belum lah sepenuhnya terwujud , bahkan mengukir sedikit senyum
Diwajahmu saja aku belum mampu , mah maaf karena
Anakmu ini belum membahagiaanmu diusia mu yg kini meranjak menua
Mamah ku mohon teruslah kuat untuk aku anakmu
Mamah teruslah sehat untuk aku anakmu
Dan mamah terus lah tersenyum untuk menyemangati aku anakmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar